*Melatih Kemampuan Berpikir Logis*
Ada ajaran klasik yang konon berasal dari Siddhartha Gautama (563-483 SM) tentang apa yang disebut berpikir kritis dan cara menerapkannya.
• *Jangan mudah percayai sesuatu hanya karena kamu telah mendengarnya.*
Tidak semua yang kita dengar pasti sama dengan yang kita pikirkan dan bayangkan. Dalam kehidupan sosal, sebagai contoh lain, tidak semua berita yang kita dengar (atau baca) benar adanya. Boleh jadi berita itu hanyalah hoax yang sengaja dibuat oleh orang tertentu untuk tujuan tertentu, terlebih di era medsos sekarang di tahun politik ini.
• *Jangan mudah percaya sesuatu hanya karena sesuatu itu dibicarakan banyak orang.*
Tidak semua yang dibicarakan oleh orang ramai sebagai kebenaran. Contohnya, meskipun tuyul atau babi ngepet itu dibicarakan oleh orang se-Indonesia, tetapi tidak ada fakta atau realita babi ngepet itu menjadi benar-benar ada.
• *Jangan mudah percaya sesuatu hanya karena dia tertulis di dalam kitab sucimu.*
Untuk yang satu ini, karena sensitif dan bisa menyebabkan orang tersinggung, lebih baik tidak saya sebutkan contohnya. Silakan pembaca membuka kitab suci agamanya masing-masing lalu carilah ayat-ayat yang patut anda pertanyakan kebenarannya.
• *Jangan mudah percaya sesuatu hanya karena dia diajarkan oleh guru dan para sesepuhmu.*
Perlu diketahui bahwa banyak guru atau sesepuh yang mewariskan keyakinan salah pada para pengikutnya. Misalnya, harus menikah dengan org yg satu etnis/suku bangsa, satu marga, dll.
• *Jangan mudah percaya sesuatu hanya karena sesuatu itu dipraktikkan secara turun temurun.*
Di Indonesia banyak sekali praktik yang dilakukan turun-temurun tetapi tidak jelas faedah dan manfaatnya. Misalnya mengubur ari-ari (placenta) bayi di luar dinding rumah tepat di bawah jendela kamar si bayi lalu ketika malam hari dipasangi lampu. Ada juga praktik memandikan pusaka (keris, pedang, atau tombak kuno) lalu airnya dibagikan kepada masyarakat untuk dijadikan obat atau jimat (penglaris, tolak balak).
*Melainkan, percayailah sesuatu hanya dan hanya jika sesuatu itu masuk akalmu dan berfaedah serta memberi kebaikan bagi semua orang.*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar