Rabu, 21 Oktober 2020

 *Alasan Kenapa Indonesia Belum Layak disebut Negara Maju*



```informasi untuk kalian```

_mohon baca sampai habis_



Beberapa waktu lalu, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) telah mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang. Bersama dengan Cina, Brasil, India, dan Afrika Selatan, Indonesia pun dinyatakan sebagai negara maju dalam perdagangan internasional.


Tapi, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) berpendapat bahwa Indonesia belum pantas disebut sebagai negara maju.


“Pemerintah jangan bangga dulu, karena berdasarkan indikator kita tidak bisa masuk ke sana,” ujar ekonom senior Indef, Aviliani di Jakarta, Kamis (27/2/20) lalu.


Walaupun Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi setelah Cina dan India, Aviliani menilai bahwa tindakan Amerika Serikat menggolongkan Indonesia sebagai negara maju kurang tepat. Menurutnya, penilaian pangsa pasar ekspor Indonesia yang berada di atas 0,5% memang benar karena saat ini Indonesia berada di posisi 0,9%.


Tapi, Aviliani menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat kecil, yaitu di level 5%. Jika diurutkan, Indonesia menempati posisi ke-120 dari 200 negara. Pendapatan per kapita Indonesia yang menjadi indikator World Bank pun masih sebesar US$3.840 dan termasuk kategori kelas menengah-bawah.


“Indonesia masih kategori low-middle income, penduduknya mayoritas di pertanian, pertanian masih mendominasi angkatan kerja sekitar 30 juta, sedangkan negara maju [mayoritas] ada di industri dan jasa,” jelasnya.


Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro pun memiliki pandangan yang serupa. Ia menilai Indonesia masih minim wirausaha berbasis teknologi, sehingga belum layak disebut sebagai negara maju.


“Bahkan, sebenarnya unicorn pun belum cukup, karena harus lanjut terus hingga decacorn dan seterusnya. Untuk negara seperti Indonesia, meskipun kita yang terbanyak di Asia Tenggara, tapi dengan size ekonomi kita sekarang 16 terbesar di dunia sudah lebih 1 triliun dolar AS, dari lima unicorn ini saya lihat belum masuk kategori 100 orang terkaya di Indonesia,” terangnya di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).


Bambang menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha jika ingin menjadi negara maju. Dengan begitu, ekonomi Indonesia yang mulanya berpusat pada perdagangan sumber daya umum dan sumber daya alam menjadi berbasis teknologi.


Ia juga mengingatkan bahwa status lima perusahaan yang termasuk ke dalam unicorn dapat hilang jika tidak mampu menawarkan inovasi dan gagal mengelola keuangan dengan benar.


Negara maju sendiri, seperti diketahui, memiliki karakteristik yang berkebalikan dengan negara berkembang. Selain canggih secara teknologi, sehingga memungkinkan negara tersebut untuk melakukan banyak hal dan mendukung persaingan antarnegara, negara maju juga sejatinya harus memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Mengingat ini akan berpengaruh pada produktivitas dan daya saing yang tinggi pula. Nah, apa menurut kalian Indonesia sudah memiliki karakteristik ini?


Source : kelas pinter

Link : https://www.google.com/amp/s/www.kelaspintar.id/blog/inspirasi/alasan-kenapa-indonesia-belum-layak-disebut-negara-maju-4324/amp/



Pembahasan kedua.


*Mengapa Indonesia tak Maju-maju?*


Paradigma dan pola pikir masyarakat yang kuno


"Ayo kamu sekolah yang bener biar nanti kalau sudah besar jadi dokter!" Pemaksaan cita -- cita seperti ini sangat umum di Indonesia sejak zaman dulu. Sekarang pun tidak jarang pula terjadi kasus seperti ini. Dokter dan Insinyur menjadi cita -- cita langganan setiap anak SD yang ditanya kalau besar mau jadi apa. Dalam kasus lain jika anak sudah beranjak dewasa dan tidak menjadi dokter atau insinyur maka, orientasi selanjutnya adalah menjadi PNS. Entah apa saja pekerjaanya yang penting jadi pegawai negeri.


*Sistem pendidikan tinggi yang tidak kuat dan prospek kerja yang tak mendukung*



Di Indonesia sebenarnya ada banyak sekali orang -- orang yang pintar. Tetepi kemanakah mereka? Ya, mereka bersekolah dan bekerja di negeri orang. Lemahnya sistem pendidikan di Indonesia menyebabkan orang yang merasa memiliki kemampuan lebih tidak begitu tertarik untuk mengasah otak di dalam negeri. 


Jika mampu, mereka akan melanjutkan sekolah di luar negeri. Jika tidak mampu, mereka akan mencari beasiswa atau bahkan beasiswa yang mendatanginya. Setelah mereka selesai sekolah, mereka biasanya tidak kembali ke Indonesia karena prospek kerja mereka lebih bagus di sana dan mereka mendapatkan penghargaan yang lebih pantas di luar negeri.


Mudah terprovokasi dan latah


Masyarakat Indonesia sangat mudah terprovokasi. Mudah sekali berdemo dan membuat kerusuhan di sana -- sini. Tak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya. Netizen Indonesia terkenal dengan keganasanya di dunia maya. Sekali seorang figur publik berbuat macam -- macam, habislah dia menjadi bahan bully netizen. Ada macam -- macam netizen. Ada netizen yang bijaksana, serius, sekedar bercanda kadang ada juga yang pembuat rusuh


Hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas


Hal ini sudah menjadi rahasia umum. Anda tentu ingat kisah nenek pencuri kayu bakar yang harus divonis penjara 10 tahun. Sementara banyak orang -- orang diatas sana yang mencuri uang negara hingga milyaran rupiah bebas berkeliaran atau dipenjara di penjara yang mewah. Ini juga terkait dengan kebiasaan menggelitik yang dilakukan masyarakat Indonesia yang lebih suka mengejar dan kalau bisa membunuh maling sandal daripada mengurusi urusan -- urusan di atas sana.



 *Teori Ketatanegaraan*

*Teori kedaulatan di Dunia*


Menurut ahli tata negara dari Prancis yang terkenal di tahun 1500an dengan teorinya yang mengemukakan tentang empat sistem kedaulatan yaitu asli, permanen, tunggal, dan tidak terbatas. Ada macam-macam teori kedaulatan yang ada di dunia dan dikemukakan oleh para ahli kenegaraan, antara lain :


Teori kedaulatan Tuhan

Teori ini menyatakan kekuasaan tinggi dalam negara berasal dari Tuhan, ini artinya perintah dan kekuasaan pemimpin  negara dianggap sama dengan yang diberikan Tuhan. Karena dipercai, beberapa orang dipilih secara kodrat untuk mengemban tanggung jawab kekuasaan sebagai pemimpin sekaligus wakil Tuhan di dunia ini.


Teori kedaulatan Tuhan ini di pelopori oleh Augustinus (354-430), Thomas Aquino (1215-1274), F Hegel (1770-1831) dan F.J Stahl (1802-1861). Teori ini banyak dianut oleh raja-raja terdahulu serta beberapa negara seperti Belanda, Jepang, Etiophia.


Teori Kedaulatan Raja

Teori ini menyatakan bahwa raja memiliki tanggung jawab atas dirinya sendiri dan kekuasaan yang diberikannya merupakan kekuasaan tertinggi diatas undang-undang karena dianggap sebagai sebuah jelmaan dari kehendak Tuhan.



Teori ini dipelopori oleh Niccolo Machiavelli (1467-1527) melalui karyanya II Principle, Niccolo berpendapat bahwa sebuah negara harus dipimpin oleh raja yang berkekuasaan multlak. Adapun, negara yang menganut teori ini adalah Malaysia, Brunai Darusalam, dan Inggris.


Teori kedaulatan Negara

Teori ini menitikberatkan bahwa negara dianggap sebagai lembaga tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat. Ini mengindikasikan bahwa negara memegang kuasa penuh atas system pemerintahan dalam negera itu. Para pemimpin yang dictator merupakan perwujudan teori kedaulatan negara dengan penerapan system pemerintahan tirani.


Teori ini dianut oleh beberapa terkemuka yakni Jean Bodin (1530-1596), F. hegel (1770-1831), G. Jelinek (1851-1911), dan Paul Laband (1879-1958). Negara yang menganut teori ini adalah Jerman saat dipimpin Hitler, dan Prancis saat masa pemerintahan Raja Louis IV.


Teori kedaulatan Hukum

Teori ini menilai kekuasaan tertinggi adalah hukum, dimana pemerintah mendapatkan kekuasaan dari hukum yang ada baik tertulis maupun tidak tertulis dan bersumber dari rasa keadilan dan kesadaran hukum. Hukum bertindak sebagai panglima dalam kehidupan bernegara, sehingga hukum harus ditegakkan serta penyelenggaraan negara harus dibatasi oleh hukum yang berlaku.


Pendukung teori ini seperti Hugo de Groot, Krabbe, Immanuel Kant dan Leon Duguit. Negara yang menganut teori kedaulatan ini adalah Indonesia dan Swiss.


Teori Kedaulatan Rakyat

Teori ini menekankan bahwa sebagai pemegang kekuasaan tertingi, rakyat secara sengaja memberikan sebagian kekuasaannya kepada orang-orang tertentu yang akan disebut sebagai penguasa yang bertugas untuk menjaga hak-hak rakyat, sehingga teori ini menitiberatkan kepada dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat.


Pencentus teori ini adalah JJ. Rousseau, Johannes Althusius, John Locke, dan Mostesquieu. Negara yang berpegang pada teori kedaulatan rakyat adalah Indonesia, Amerika Serikat, dan Prancis.




 *Melatih Kemampuan Berpikir Logis*


Ada ajaran klasik yang konon berasal dari Siddhartha Gautama (563-483 SM) tentang apa yang disebut berpikir kritis dan cara menerapkannya.


• *Jangan mudah percayai sesuatu hanya karena kamu telah mendengarnya.* 


Tidak semua yang kita dengar pasti sama dengan yang kita pikirkan dan bayangkan. Dalam kehidupan sosal, sebagai contoh lain, tidak semua berita yang kita dengar (atau baca) benar adanya. Boleh jadi berita itu hanyalah hoax yang sengaja dibuat oleh orang tertentu untuk tujuan tertentu, terlebih di era medsos sekarang di tahun politik ini.


• *Jangan mudah percaya sesuatu hanya karena sesuatu itu dibicarakan banyak orang.* 


Tidak semua yang dibicarakan oleh orang ramai sebagai kebenaran. Contohnya, meskipun tuyul atau babi ngepet itu dibicarakan oleh orang se-Indonesia, tetapi tidak ada fakta atau realita babi ngepet itu menjadi benar-benar ada.


• *Jangan mudah percaya sesuatu hanya karena dia tertulis di dalam kitab sucimu.* 


Untuk yang satu ini, karena sensitif dan bisa menyebabkan orang tersinggung, lebih baik tidak saya sebutkan contohnya. Silakan pembaca membuka kitab suci agamanya masing-masing lalu carilah ayat-ayat yang patut anda pertanyakan kebenarannya.


• *Jangan mudah percaya sesuatu hanya karena dia diajarkan oleh guru dan para sesepuhmu.* 


Perlu diketahui bahwa banyak guru atau sesepuh yang mewariskan keyakinan salah pada para pengikutnya. Misalnya, harus menikah dengan org yg satu etnis/suku bangsa, satu marga, dll.


• *Jangan mudah percaya sesuatu hanya karena sesuatu itu dipraktikkan secara turun temurun.*


Di Indonesia banyak sekali praktik yang dilakukan turun-temurun tetapi tidak jelas faedah dan manfaatnya. Misalnya mengubur ari-ari (placenta) bayi di luar dinding rumah tepat di bawah jendela kamar si bayi lalu ketika malam hari dipasangi lampu. Ada juga praktik memandikan pusaka (keris, pedang, atau tombak kuno) lalu airnya dibagikan kepada masyarakat untuk dijadikan obat atau jimat (penglaris, tolak balak).



*Melainkan, percayailah sesuatu hanya dan hanya jika sesuatu itu masuk akalmu dan berfaedah serta memberi kebaikan bagi semua orang.*

 HEY AKU PENASARAN KENAPA ANGIN TIDAK BISA DILIHAT,TAPI BISA DIRASAKAN,TERNYATA INI ALASANNYA GAN:V


Iya, jadi begini cerita nya,,, Angin itu hanya bisa dirasakan tetapi tidak bisa dilihat dengan mata kita karena Angin itu sebener nya udara yang bergerak karena adanya tekanan dari arah yang satu menuju arah yang lain. Jadi Angin atau udara memiliki partikel zat yang berjauhan dan jumlah yang sedikit sehingga cahaya tampak yang memantul ke mata kita pun jumlahnya sedikit. *Akibatnya, kita sama sekali tidak bisa melihat angin atau udara.*


Seperti halnya suatu benda akan bisa dilihat jika benda tersebut memantulkan cahaya tampak yang kemudian diterima oleh mata kita. Jadi, kalau benda tersebut tidak memantulkan cahaya tampak, maka kita juga tidak akan bisa melihat benda itu. *Contohnya, saat gelap, apa kamu bisa melihat sesuatu? Tidak, kan? Hal itu disebabkan oleh tidak adanya cahaya tampak yang dipantulkan ke mata kita.*



Tapi gak semua zat udara hanya bisa kita rasakan dan tidak bisa dilihat, salah satu contohnya "Asap". Asap itu adalah suatu contoh zat udara yang dapat kita lihat bentuknya... Kita dapat melihat Asap saat pembakaran suatu benda..


```Jadi Pada Intinya Angin Tidak Bisa Dilihat dan Hanya Dirasakan " Karena Angin Itu memiliki partikel zat yang berjauhan dan jumlah yang sedikit sehingga cahaya tampak yang memantul ke mata kita pun jumlahnya sedikit. Akibatnya, kita sama sekali tidak bisa melihat angin atau udara "```

Selasa, 20 Oktober 2020


 *Keanehan Dalam Mekanika Kuantum yang Tidak Bisa Diterima Dengan Logika*


• *Prinsip Ketidakpastian Heisenberg*

Properti tertentu tidak dapat didefinisikan bersama secara kuantitatif untuk sistem yang sama pada saat yang bersamaan. Sebagai contoh, jika sebuah partikel pada saat tertentu memiliki posisi yang pasti, tidak ada artinya membicarakan momentumnya pada saat itu. Dalam artian, pengkuran momentumnya menjadi tidak lagi valid jika posisi partikel itu bisa diukur.


• *Teori Medan Kuantum* 

Berkat prinsip ketidakpastian Heisenberg, maka selanjutnya adalah kita tidak bisa menentukan posisi pasti suatu elektron dalam suatu atom, melainkan kita hanya bisa menebak dimana kemungkinan tertinggi suatu elektron berada berdasarkan probabilitas fungsi gelombang.


• *Aturan Born* 

Deskripsi yang diberikan oleh fungsi gelombang adalah bersifat probabilistik, bukan deterministik seperti halnya fisika klasik.


• *Interpretasi Kopenhagen*

Menurut interpretasi Kopenhagen, sistem fisik umumnya tidak memiliki sifat pasti sebelum diukur, dan mekanika kuantum hanya dapat memprediksi distribusi probabilitas dari hasil pengukuran yang dimungkinkan. Tindakan pengukuran memengaruhi sistem, menyebabkan sekumpulan probabilitas berkurang menjadi hanya satu dari nilai yang mungkin segera setelah pengukuran. Fitur ini dikenal sebagai runtuhnya fungsi gelombang


• *Cat's Schrodinger (Quantum Superposition)*

Argumen bahwa seandainya ada seekor kucing yang kita tempatkan dalam sebuah kotak dengan racun pada percobaan adalah dalam kondisi 1/2 hidup dan 1/2 mati, sebelum kita benar-benar mengamatinya (membuka kota itu). Sekarang, bagaimana jika kotaknya ada dua dan kita tempatkan kucing di masing-masing kotak tersebut (kotak A dan B)? Yang terjadi adalah secara simultan selalu 2 kemungkinan tadi, kucing di kotak A 1/2 hidup atau dan kucing di kotak B 1/2 mati, atau sebaliknya — tapi tidak bisa kucing di kedua kotak tersebut sama-sama berpeluang hidup atau mati secara simultan. Sekarang asumsikan kucing tadi sebagai partikel kuantum dalam percobaan.


• *Quatum Entanglement* 

Sekarang bagaimana jika kedua kotak tadi kita pisah sejauh mungkin — katakanlah kotak A dan kotak B saling diposisikan menjauh, masimg-masing di tepi alam semesta — hasilnya adalah si kucing tadi tetap membentuk kemungkinan hidup/mati seperti tadi. Hal ini seolah bahwa ada suatu variabel (esensial seperti kesadaran) yang mengaitkan keduanya keduanya bahwa jika satu kemungkinan hidup maka yang satu lagi, sejauh apapun dia harus dalam kondisi sebaliknya.


• *Prinsip Korespodensi Born & Heisenberg* 

Ketika angka kuantum besar, mereka merujuk ke properti yang sangat cocok dengan deskripsi fisika klasik.



_Reference: Ted-Ed | Quantum Mechanics_